Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pandangan Mengenai Jurnalistik Blog dan Apa Itu Jurnalistik Blog?

Apa Itu Jurnalistik Blog? - Apakah blog bisa dikatakan sebagai media online? Lalu apakah blogger layak disebut sebagai seorang jurnalis atau wartawan? Masih terjadi perdebatan dalam kancah jurnalistik, apakah blog itu termasuk ke dalam jurnalistik atau bukan. Pastinya, para blogger menulis di web log atau blog sebagai media komunikasi masyarakat online alias netizen.

Pandangan Mengenai Jurnalistik Blog

Menurut situs resmi Wikipedia, kalangan wartawan tradisional menilai blogger tidak dapat disebut wartawan atau jurnalis. Pada dasarnya blog merupakan buku harian daring (online diary) yang berisi catatan atau komentar blogger tentang berbagai masalah, baik isu-isu aktual (current issues) maupun fokus pada bidang tertentu, seperti perjalanan, teknologi, dan lain sebagainya.

Pada bulan Mei 2007 sebuah mesin pencari blog yaitu Technorati telah berhasil menjejak lebih dari 71 juta blog di seluruh dunia. Nah, kembali ke pertanyaan sebelumnya, apakah blog termasuk jurnalistik? Jika mengacu kepada makna dan dasar jurnalistik yang mana disebutkan sebagai 'catatan harian' atau 'laporan harian' dalam arti kata laporan tentang peristiwa sehari-hari. Maka, bisa disimpulkan blogger yang merekam peristiwa sehari-hari (a record of the day) pun bisa disebut sebagai jurnalis dan blognya pun masuk dalam kategori karya jurnalistik (sekarang sedang trending video blog atau biasa dikenal vlog).
Apa Itu Jurnalistik Blog?
Apa Itu Jurnalistik Blog?
Baca juga: Jurnalistik Sastrawi, Pernah Dengar?
Michael Ventura dari Austin Chronicle mendefinsikan jurnalisme sebagai berikut:

Kata “journalism” dibentuk dari kata “journal”, berakar kata Prancis, “jour”, yang artinya “hari” (day) dan “journal” yang artinya “harian” (daily). Dalam bahasa Inggris, “journalist’ artinya: seseorang yang menyampaikan laporan, rekaman peristiwa sehari-hari. “Berdasarkan definisi tersebut, karena blog adalah ‘rekaman peristiwa sehari-hari’ (a record of the day), maka bloggist bisa disebut jurnalis,” katanya. (Ventura, 2001).

Jika kita menerima blog merupakan sebuah bentuk jurnalisme, lalu apa dampak bentuk baru jurnalisme ini? Menurut Lasica (2001), fenomena orang bermain blog di kalangan akar rumput merupakan jawaban internet terhadap kinerja media-media mainstream.

“Blogging bisa jadi merupakan cikal-bakal sebuah bentuk jurnalisme baru, wacara publik, interaksi, dan komunitas online,” katanya.

Weblogging, masih kata Lasica, akan mendorong munculnya bentuk baru jurnalisme amatir yang “powerful”, saat jutaan pengguna internet, utamanya kaum muda, mengambil alih pekerjaan para kolomnis, reporter, analis, dan publisher.

“Weblogging will drive a powerful new form of amateur journalism as millions of net users-young people especially-take on the role of columnist, reporter, analyst and publisher while fashioning their own personal broadcasting networks.”

Dapat dibayangkan, bagaimana nasib media-media mainstream yang ada selama ini, jika para kolomnis, analis, wartawan, dan pengamat beralih menjadikan blog sebagai medium komunikasi massa mereka. Menulis di blog relatif lebih bebas dan leluasa ketimbang menulis di media konvensional seperti surat kabar atau majalah. Bagi pula, blog atau blogger “belum wajib” menggunakan bahasa jurnalistik-meskipun lebih baik jika menggunakannya karena bahasa jurnalistik lebih komunikatif dan efektif.

Pasalnya, blog hakikatnya merupakan medium komunikasi bersifat privat (pribadi), seperti buku harian (diary), yang lazim menggunakan bahasa tutur dengan gaya komunikasi antarpribadi (interpersonal communication). Blog lebih dikenal sebagai online diary. Blog pun tidak terikat kaidah dan kode etik jurnalistik, kecuali jika blog itu dimaksudkan sebagai media massa (online media) yang memuat berita, artikel, dan feature layaknya media komersil.

Karakter media online sekaligus menjadi keunggulannya dibandingkan media lain, antara lain mudah diakses (accessibility), tahan lama, real time, multimedia, dan kaya informasi. Kelemahannya hanya soal kredibilitas karena media online adalah ibarat ruang tanpa batas yang dapat dimasuki siapa saja, tanpa syarat, untuk mempublikasikan apa saja. Bahkan orang yang tidak berkompeten di bidang media atau jurnalistik pun dapat membuat media online. Karena itu, kekurangan utama media online adalah soal kredibilitas.

Blog dapat menjadi media alternatif sebagai jurnalisme militan, yaitu jurnalisme yang melawan arus dan hegemoni media-media mapan atau yang telah berdiri dengan bonafit yang berlimpah. Tulisan atau informasi yang tidak bisa muncul di media mapan, bisa dimunculkan di blog, kapan saja, oleh siapa saja. Inilah era informasi. “The new source of power is information in the hand of many”.

Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Apa Itu Jurnalistik Blog? Semoga bermanfaat.
Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Pandangan Mengenai Jurnalistik Blog dan Apa Itu Jurnalistik Blog?"

Berlangganan via Email