Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah-langkah Metode Investigasi Suatu Kejadian dan Contohnya

Langkah-langkah Metode Investigasi Suatu Kejadian dan Contohnya - Mari kita contohkan dalam melakukan metode investigasi berita. Di sini universitasjurnalistik.com akan mencontohkan dengan berita berikut ini. Hari ini, 16 Agustus 2015 telah terjadi kecelakaan pesawat milik PT Trigana Air Service, rute Jayapura-Oksibil, dikabarkan pesawat telah ditemukan hancur menabrak gunung. Belum lama lalu juga terjadi kecelakaan kebarakan pabrik miliki PT Mandom di MM 2100 Bekasi. Sebelumnya, Bandara Soekarna-Hatta terminal dua juga sempat mengalami kebarakan. Kecelakaan yang terjadi dibeberapa industri dapat dijadikan pembelajaran untuk perusahaan tersebut dan perusahaan lainnya. Perusahaan tersebut wajib melakukan insiden investigasi. 

Hal tersebut bertujuan untuk:

  1. Menemukan Akar Penyebab/Root Causes,
  2. Mencegah Kejadian Berulang/Meningkatkan Profit,
  3. Menemukan Fakta, Mencegah “Menyalahkan” seseorang,
  4. Mencari Trends & Systemic Issues
  5. Pembelajaran untuk diri sendiri dan orang lain
  6. Dan Memenuhi Peraturan Perundangan / Persyaratan Perusahaan

Secara umum dapat dipahami bahwa Insiden adalah suatu kejadian atau eksposur yang tidak direncanakan yang memiliki atau berpotensi memiliki dampak atau efek pada karyawan atau kontraktor, proses, properti, masyarakat, atau lingkungan. Insiden Investigasi harus dilakukan secepat mungkin setelah insiden terjadi, paling tidak 1×24 jam.

Prosedur Insiden Investigasi minimal harus menjawab pertanyaan berikut ini:

  1. Tujuan dari investigasi yaitu Mencari Penyebab Utama/ Dasar
  2. Orang yang menyelidiki dan tim nya, beserta tanggung jawab dan wewenangnya
  3. pelatihan yang harus dimiliki dan diberikan oleh Investigator
  4. Orang yang menerima laporan investigasi.
  5. Orang yang harus menentukan/memperbaiki kerusakan yang ditemukan selama investigasi.
  6. Orang yang follows-up tindakan perbaikan.
  7. Dimana laporan investigasi yang diarsipkan dan disimpan.
  8. Orang yang menyimpan dokumen dan arsip.
  9. Dan Ringkasan dan statistik laporan apa yang diharapkan untuk dikembangkan.

Langkah-langkah Metode Investigasi Suatu Kejadian dan Contohnya
Langkah-langkah Metode Investigasi

Baca juga: Tahapan Investigasi Berita

Setiap Insiden yang terjadi memiliki kualifikasi yang berbeda di masing-masing perusahaan. Tingkat keparahan insiden dapat diklasifikasikan berdasar kriteria jumlah fatality, kerusakan lingkungan, kerusakan fasilitas, Pengaruh pada Reputasi Perusahan, dan Biaya kerugian. Selain kriteria tersebut, perusahaan dapat memasukkan kritria yang dianggap penting dan berpengaruh pada perusahaan.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah contoh alur tahapan yang harus dilakukan ketika terjadi suatu Insiden dan harus menerapkan Insiden Investigasi.

Insiden terjadi: Mengacu ke Prosedur Investigasi terkait Tipe dan Kelas Insiden berdasarkan keparahannya, kompetensi Tim investigator, Metode yang digunakan.

Mengumpulkan Data: mencari data dalam urutan waktu. Data yang dicari yaitu terkait 4P, People (wawancara dan pernyataan tertulis), Position (cuaca, pekerjaan, dan status proses), Paper (Data tertulis dan Elektronik), Parts (Data Fisik: Parts, peralatan, foto, video, sketsa, koleksi sampel). Kunci sukses dalam mengumpulkan data adalah waktu yang secepat mungkin setelah insiden terjadi, tim yang teroganisir dan kompeten, didokumentasikan, dan data yang tersedia dilapangan.

Langkah-langkah

Pastikan terlebih dahulu bahwa lokasi insiden aman dan sudah terkendali. Lalu lakukan hal berikut ini:

  1. Wawancara orang. Sebagai alternatif, minta saksi untuk menyiapkan pernyataan tertulis.
  2. Situasi kondisi area setelah insiden tersebut terjadi.
  3. Kumpulkan data proses sebelum hilang.
  4. Melindungi data fisik di area insiden.
  5. Mengumpulkan dan menyimpan data fisik seperti bagian, potong dan benda-benda kecil lainnya, merekam lokasi di mana mereka ditemukan.
  6. Mengambil sampel yang diperlukan.
  7. Membentuk team (bisa satu orang atau lebih, yang menimal memiliki pemahaman tentang proses dan praktik kerja aman. Untuk Insiden yang rumit, dapat melibatkan para Ahli dari eksternal).
  8. Menyusun Urutan Kejadian - Metode yang biasa digunakan adalah dengan pembuatan timline atau dengan menggunakan diagram kejadian, yang dibuat detail dari waktu ke waktu sebelum hingga kejadian insiden.
  9. Mengidentifikasi Sistem Pengamanan - Melihat kesiapan perusahaan untuk menghadapi situasi darurat, seperti tersedianya alarm, hazard detection, Emergency block valves, APD, Prosedur Praktik kerja aman, dan lain sebagainya. Dilakukan analisis, apakah semua sistem perusahaan berfungsi? Jika tidak, apa usulan sistem pengamanan yang belum dilakukan di perusahaan tersebut.
  10. Menentukan Akar Penyebab (5 Why, Why Tree/Pohon Why) - Kedua konsep tersebut sebenarnya mirip, hanya berbeda bentuk saja. Untuk suatu kasus, biasanya akan diketahui penyebab utama nya pada pertanyaan why ke-5. Atau ketika belum juga ditemukan penyebab utama, maka teruslah bertanya hingga jawabannya adalah terkait sistem. Nah, sistem itulah yang harus diperbaiki. Untuk Why Tree, langkah awal tuliskan masalah utama, kemudian tuliskan 2-3 penyebab dibawahnya, dari masing-masing penyebab itu ditelusuri lagi penyebabnya, hingga sudah tidak ada pertanyaan lagi yang muncul. Selain dua metode tersebut, dapat pula digunakan metode tulang ikan dari Ishikawa, yaitu dianalisis berdasarkan man, method, material, machine, mother nature (Lingkungan).
  11. Menverifikasi Penyebab - Hal yang perlu diperhatikan adalah penyebab dari sistem telah diketahui, suatu kondisi ditentukan sebagai “proper condition”, telah disepakati oleh tim terkait penyebab utama. Teliti lagi metode akar penyebabnya. Mengkategorikan Akar Penyebab.
  12. Mendokumentasikan Investigasi - Tulisakan semua hasil investigasi dengan terstruktur dan mudah dipahami. Lengkapi dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan. Jangan lupa menuliskan siapa anggota tim investigasi, kapan dilakukan investigasi, bagaimana metodenya, dan bagaimana hasilnya.
  13. Review & Menerbitkan Laporan - Sebelum diterbitkan, cek peraturan Negara yang terkait, jika ada dapat ditambahkan. Top Manajemen harus melakukan review, sebelum diterbitkan ke publik. Setelah sudah disetujui oleh Top Manajemen maka dapat disebarkan ke media eksternal maupun internal untuk pembelajaran dan agar tidak terulang kembali.

Tentu saja dalam membuat berita atau tulisan dengan investigasi akan lebih rumit lagi namun hal tersebut tidaklah jauh berbeda dari langkah-langkah di atas sebagai gambaran awalnya.

Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Langkah-langkah Metode Investigasi Suatu Kejadian dan Contohnya. Semoga bermanfaat.

Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Langkah-langkah Metode Investigasi Suatu Kejadian dan Contohnya"

Berlangganan