Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metode Observasi Memperoleh Data dalam Membuat Berita

Metode Observasi Memperoleh Data dalam Membuat Berita - Dalam membuat berita, data menempati posisi penting. Karena melalui data-lah peristiwa (fakta) dapat dilaporkan. Data merupakan record (rekaman) dari suatu peristiwa. Dan penulis (jurnalis) menyajikan konstruksi dari peristiwa/fakta tersebut yang disusun dari berbagai data. 

Ada beberapa cara untuk penggalian data tersebut. Pertama, melalui pengamatan langsung si penulis (observasi) untuk mendapakan data tentang fakta kejadian. Kedua, melakukan wawancara terhadap seseorang yang terlibat langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder) dalam sebuah kejadian. Dengan wawancara juga dimaksudkan untuk melakukan cross-check demi akurasi data yang diperoleh melaui pengamatan (observasi). Ketiga, selain kedua perangkat tersebut data juga bisa diperoleh melalui study literasi terhadap dokumen-dokumen yang terkait dengan suatu fakta kejadian ataupun fenomena (jika dimungkinkan), data demikian biasanya dianggap penting. Kali ini universitasjurnalistik.com akan membahas metode observasi pada tulisan berikut ini.

Pengertian Observasi

Gibson, R.L Dan Mitchell. M menyebut observasi adalah teknik yang bisa untuk digunakan sebagai seleksi derajat untuk menentukan sebuah keputusan dan konklusi terhadap orang lain yang diamati. Untuk pengamatan seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri melainkan harus dibantu menggunakan metode penelitian yang lainnya.

Margono (2007) mengatakan observasi secara dasarnya adalah teknik yang digunakan untuk melihat dan juga untuk mengamati perubahan dari fenomena-fenomena sosial yang berkembang atau tumbuh yang selanjutnya dapat dilakukan perubahan dari penilaian tersebut.

Metode Observasi Memperoleh Data dalam Membuat Berita
Metode Observasi

Baca juga: Menulis Berita dan Memahami Kaidah Sifat Berita

Suharsimi Arikunto berpendapat observasi merupakan sebuah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang ada di lingkungan baik itu yang sedang berlangsung atau masih dalam tahap yang meliputi berbagai aktivitas perhatian terhadap suatu kajian objek yang menggunakan pengindraan. Dan merupakan dari suatu tindakan yang dilakukan secara sengaja atau sadar dan juga sesuai urutan.

Observasi dan Mengumpulkan Data

Ini dilakukan pada tahap awal pencarian data tentang sesuatu. Dalam pengamatan sangat mengandalkan kepekaan indra (lihat, dengar, cium, sentuh) dalam mengamati dan membaca realitas. Namun dalam pengamatan tersebut observator tidak boleh melakukan penilaian terhadap realitas yang diamati.

Kegiatan observasi terkait dengan pekerjaan memahami gambaran realitas serta detail-detail kejadian yang berlangsung. Untuk itu diperlukan upaya untuk memfokuskan amatan pada obyek-obyek yang tengah diamati. Observasi memerlukan daya amatan yang kritis, luas, namun tetap tajam dalam mempelajari rincian obyek yang dihadapannya. Untuk mendapatkan amatan yang obyektif si pengamat mesti bisa untuk mengontrol emosional dan mampu menjaga jarak dengan segala rincian obyek yang diamati.

Dalam penggalian data melalui observasi ini sifatnya langsung dan orisinil. Langsung artinya, dalam amatanya tidak berdasarkan teori, pikiran, pendapat, ia menemukan langsung apa yang hendak dicarinya. Orisinil, artinya hasil cerapan indranya, bukan dilaporkan orang lain. Observasi intinya, pengamatan jurnalis terhadap uatu obyek dengan panca indera secara langsung dan mendalam. Utuk merumuskan struktur cerita yang hendak disuguhkan kepada pembaca.

Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus kuat, faktual, sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan. Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, antaralain singkatnya untuk tindakan observasi tentu memiliki tujuan secara umum dan khusus. Secara umum observasi bertujuan mengamati suatu objek dan fenomena. Nah, kalau tujuan secara khususnya, tergantung objek apa yang diamati.

Manfaat Metode Observasi

Berikut ini adalah manfaat yang didapatkan ketika menggunakan metode observasi:

  1. Suatu hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
  2. Deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan atau memperkirakan mengenai dunia nyata.
  3. Memungkinkan orang lain untuk menafsirkan hasil penemuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
  4. Observasi dapat menjelaskan mengenai suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya, serta menimbulkan spekulasi tentang peristiwa tersebut dalam aturan nyata.
  5. Observasi dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya.
  6. Proses observasi dapat mencatat keadaan yang tidak dapat direplikasikan dalam suatu eksperimen.

Tujuan Metode Observasi

  • Observasi dilakukan untuk menggambarkan suatu objek dan segala yang berhubungan dengan objek penelitian melalui pengamatan dengan menggunakan panca indera.
  • Observasi dilakukan untuk mendapatkan suatu kesimpulan mengenai objek yang diamati, dimana kesimpulan tersebut disusun dalam sebuah laporan yang relevan dan bermanfaat bagi bahan pembelajaran.
  • Observasi juga dilakukan untuk mendapatkan suatu data atau informasi yang dapat dibagikan kepada pihak lain dalam bentuk karya ilmiah atau non-ilmiah.

Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Metode Observasi Memperoleh Data dalam Membuat Berita. Semoga bermanfaat.

Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Metode Observasi Memperoleh Data dalam Membuat Berita"

Berlangganan