Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Human Relation (Kelompok) Menurut Para Ahli

Teori Human Relation Menurut Para Ahli - Beberapa skill dan kemampuan jika kita menjadi seorang penulis adalah human relation. Hal ini akan memudahkan kita membangun hubungan dan membuat jaringan pertemanan (bagi pekerjaan). Rasanya sudah menjadi kewajiban bagi seorang pewarta memiliki relationship yang baik. Nah, untuk ini universitasjurnalistik.com akan membagikan mengenai apa itu human relation, mari dibaca pada tulisan berikut ini.

Pengertian Human Relation

Menurut The Liang Gie (1978), mengemukakan bahwa Human Relations adalah adanya suatu interaksi, bukan sekedar relasi atau hubungan yang pasif, melainkan suatu aktivitas yang merupakan ‘action orianted’ untuk mengembangkan hasil yang lebih produktif dan memuaskan.

Menurut Menurut Zinun ( 1984) mengatakan bahwa :Human relatiom sebagai suatu lapangan dari kegiatan manajemen, lebih merupakan proses pengintegrasian manusia pada alam suatu situasi kerja sehingga mereka dapat didorong untuk bekerja sama secara produktif guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut H. Boner Human Relation adalah hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu mempengaruhi, Mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.

Menurut (S.P. Siagian,1984:7) Human Relation adalah  Hubungan manusiawi keseluruhan rangkaian hubungan baik, baik berupa formal maupun informal yaitu antara atasan dengan bawahan yang dibina dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tercipta suatu tujuan.

Teori Human Relation (Kelompok) Menurut Para Ahli
Teori Human Relation

Baca juga: Cara Mudah Menulis Lead Berita

Menurut (F. Rachmadi (1992:125) menyatakan bahwa :”Hubungan manusiawi adalah keseluruhan rangkaian baik bersifat formal antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan, serta bawahan dengan bawahan yang harus dibina dan dipelihara sedemikan rupa agar tercipta suatu team work dan suasana kerja yang intim dan harmonis dalam rangka pencapaian tujuan.”

Teori Pengembangan Hubungan Interpersonal

Berikut ini adalah pandangan beberapa tokoh terkait hubungan interpersonal:

Uncertainty Reduction Theory (Charles Berger & Richard Calabrese)

Teori ini berpendapat, ketika orang-orang asing bertemu, fokus mereka adalah mengurangi level ketidakpastian di antara mereka; baik pada level perilaku ataupun pemikiran (kognitif).

Social Penetration Theory (Irwin Altman & Dalmas Taylor)

Social Penetration Theory percaya bahwa penyingkapan diri adalah cara utama yang mengembangkan sebuah hubungan dangkal kepada hubungan yang lebih intim. Meskipun di sisi lain, penyingkapan diri dapat juga meninggalkan seseorang mudah mendapatkan kritikan.

Social Exchange Theory (John Thibaut & Harold Kelley)

Teori ini mengusulkan, kekuatan utama dalam hubungan interpersonal adalah kepuasan pada ketertarikan pribadi individu. Teori ini menganalogikan hubungan seperti pertukaran ekonomi di mana orang akan puas ketika menerima hasil yang adil atas pengeluaran yang dilakukan.

Relational Dialectics Theory (Leslie Baxter & Barbara Montgomery)

Esensi dari teori ini adalah bagaimana kita dapat mengelola tensi konflik dalam sebuah hubungan. Hal ini mengingat seseorang akan terus merasakan dorongan dan tarikan hasrat berkonflik dalam sepanjang kehidupan sebuah hubungan.

Communication Privacy Management Theory (Sandra Petronio)

Dalam hubungan, seseorang secara konstan akan mengelola batas-batas pemikiran dan perasaan yang akan mereka bagi ataupun tidak kepada orang lain. Penyingkapan dalam sebuah hubungan ini membutuhkan pengelolaan batas-batas wilayah prifat dan publik.

Hubungan Kelompok dalam Human Relation

Pengertian Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.

Ada beberapa para ahli yang memberikan definisi tentang kelompok, antara lain sebagai berikut:

  • Menurut Hernert Smith bahwa “kelompok adalah suatu uni yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
  • Menurut DeVito (1997) kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
  • Menurut Joseph S. Roucek Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
  • Menurut Mayor Polak Kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.
  • Menurut Wila Huky Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
  • Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran konsep lain yang diajukan Merton ialah konsep kategori sosial.
  • Menurut Homans (1950): kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
  • Menurut Bonner (1959): kelompok adalah sejumlah individu yang berinteraksi dengan individu yang lain.
  • Menurut Stogdill (1959): kelompok adalah satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
  • Menurut Smith (1945): kelompok adalah satu unit yang terdiri dari sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan.
  • Menurut Cartwright dan Zender (1968) : kelompok itu sekumpulan individu yang mempunyai hubungan antar anggota yang satu dengan yang lain yang membuat mereka saling tergantung dalam tingkatan tertentu.
  • Menurut Mills (1967) : kelompok adalah satu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama atau melakukan kontak untuk mencapai satu tujuan dan yang mempertimbangkan kerjasama diantara kelompok sebagai satu yang berarti.
  • Menurut Catell (1951): kelompok adalah sekumpulan organisme yang saling berhubungan satu dengan lain untuk memenuhi kebutuhan tiap anggota.
  • Menurut Bass (1960): kelompok adalah sekumpulan individu dimana keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward.
  • Menurut Sherif dan Sherif (1959): kelompok adalah unit sosial yang ditandai sejumlah individu yang mempunyai status, hubungan peran, norma tertentu yang semuanya itu mengatur tingkah laku anggota kelompok.
  • Menurut Baron & Byrne (1979): kelompok memiliki 2 tanda psikologis, yaitu pertama, adanya sense of belonging ; kedua, nasib anggota kelompok tergantung satu sama lain sehingga hasil setiap anggota terkait dengan anggota yang lain.
  • Menurut Forsyth (1983): kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling mempengaruhi melalui interaksi sosial.
  • Menurut Cartwright & Zander (1968): kelompok adalah kumpulan individu yang saling berhubungan sehingga saling bergantung pada derajat tertentu.
  • Menurut Joseph S. Roucek, suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
  • Menurut Mayor Polak Kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.
  • Menurut Wila Huky Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Teori Human Relation Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Teori Human Relation (Kelompok) Menurut Para Ahli"

Berlangganan