Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber Menurut Para Ahli

Teori Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber Menurut Para Ahli - Dalam ilmu jurnalistik komunikasi sangat diperlukan. Universitasjurnalistik.com dalam tulisan ini akan mengulas apa saja terkait tentang komunikasi tersebut. Selain komunikasi ada juga pembahasan terkait komunikasi persuasif dan kredibilitas sumber. Silahkan disimak pada tulisan berikut ini.

Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut dengan communication, berasal dari kata communication atau dari kata communis yang berarti sama atau sama maknanya atau pengertian bersama, dengan maksud untuk mengubah pikiran, sikap, perilaku, penerima dan melaksanakan apa yang disampaikan oleh komunikator. (Effendy, 2003: 28). 

Dalam garis besar dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi yang mana terdapat pengertian dari satu orang kepada orang lain. Komunikasi dapat berlangsung dengan baik apabila sekiranya timbul saling pengertian antara komunikan dengan komunikator (Widjaja, 2010: 8). Sangat jelas bahwa komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Komunikasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan, dengan komunikasi yang baik maka otomatis menjaga keseimbangan seseorang dalam bermasyarakat, apakah dia seorang dokter, pramugari pemuka agama, pelayan, penyuluh lapangan, dan lain sebagainya.

Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membangun kontak-kontak manusia dengan menunjukan keberadaan dirinya dan berusaha memahami kehendak, sikap, dan perilaku orang lain. Komunikasi membuat pemikiran seseorang menjadi makin luas. (Cangara, 2014: 7)

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana cara komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya. Di dalam proses komunikasi terdapat pertukaran makna dan simbol. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Proses komunikasi melibatkan banyak unsur seperti komunikator, pesan, saluran, media atau alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan, waktu, tempat, akibat dan hambatan yang terjadi saat berlangsungnya proses komunikasi.

Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber
Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber

Baca juga: Cara Reportase Bagi Pemula

Menurut Effendy (2008: 11-17) Ada 2 macam proses komunikasi, diantaranya:

1. Proses Komunikasi Primer

Proses komunikasi secara primer merupakan proses pertukaran pesan antara komunikan dan komunikator, dimana media yang digunakan untuk pertukaran pesan adalah simbol. Simbol menjadi media dalam komunikasi primer ini seperti bahasa, gambar, isyarat, gerakan tubuh, warna dan lainnya yang mampu menerjemahkan isi pesan dari komunikator dan dimaknai serupa oleh komunikannya.

2. Proses Komunikasi Sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses komunikasi yang menggunakan media kedua berupa alat atau sarana sebagai penunjang proses komunikasi setelah media pertama yaitu simbol. Media kedua ini dipergunakan oleh komunikator ketika komunikannya berada dalam jarak yang cukup jauh, sehingga media kedua adalah salah satu sarana yang lebih efektif dalam penyampaian pesan.

Unsur-unsur Komunikasi

Menurut Soyomukti (2010: 58) terdapat 5 unsur dalam komunikasi diantaranya:

1. Pengirim Pesan atau Komunikator

Komunikator atau pengirim pesan merupakan orang yang memulai proses komunikasi. Dalam menyampaikan pesan dalam komunikasinya komunikator tentu memiliki motif atau tujuan tertentu. Komunikator bisa terdiri dari satu orang, tapi banyak juga yang lebih dari satu orang. Apabila orang banyak atau lebih dari satu orang tersebut relatif saling kenal, sehingga terdapat ikatan emosional di dalamnya, mereka dapat disebut sebagai kelompok kecil, namun apabila mereka relative tidak saling kenal diantaranya sehingga ikatan emosionalnya lemah, maka mereka disebut sebagai kelompok besar atau publik.

2. Penerima Pesan (Komunikan)

Komunikan merupakan orang yang menjadi target komunkiasi dari komunikator. Komunikan dapat disebut sebagai khalayak, tujuan (destination), pemirsa, pendengar, target sasaran dan lain sebagainya. Peran komunikan dan komunikator bersifat dinamis, misalnya seoang ibu yang mengirim surat kepada anaknya adalah sebagai komunikator, kemudian balasan dari sang anak merubah posisi anak sebagai komunikator dan ibunya menjadi komunikan.

3. Pesan

Pesan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikannya untuk mencapai tujuan dan maksud dari komunikasinya. Menurut Suryanto (2015: 177) pesan yang disampaikan akan tepat dan mengenai sasaran, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Pesan harus direncanakan dengan baik (disiapkan) serta sesuai dengan kebutuhan.
  • Pesan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
  • Pesan itu harus menarik minat dan kebutuhan pribadi penerima serta menimbulkan kepuasan

4. Saluran

Agar pesan yang disampaikan komunikator sampai kepada komunikan, dibutuhkan saluran atau media komunikasi. Saluran komunikasi lebih kepada bagaimana proses berjalannya pesan, sedangkan media komunikasi lebih kepada alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikasi tersebut.

5. Efek Komunikasi

Efek komunikasi adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh pesan komunikator dalam diri komunikannya, beberapa efek tersebut diantaranya:

  1. Pengaruh Kognitif, bahwa dengan komunikasi, sesorang menjadi tahu suatu hal yang belum diketahui sebelumnya. Berarti komunikasi berfungsi untuk memberikan informasi
  2. Pengaruh afektif, bahwa dari pesan yang disampaikan akan terjadi perubahan sikap dan perasaan dari penerima pesan.
  3. Pengaruh konatif. Yaitu pengaruh yang berupa tingkah laku dan tindakan. Karena menerima pesan dari komunikator membuat komunikan bertindak untuk melakukan sesuatu.

Pengertian Komunikasi Persuasif

Komunikasi Persuasif adalah kegiatan psikologis dalam upaya mempengaruhi sikap, sifat, pendapat, kepercayaan dan perilaku sesorang atau orang banyak agar sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Mempengaruhi sikap, sifat, perilaku seseorang atau orang banyak dapat dilakukan dengan cara memaksa, teror, pemerasan, penyuapan yang dapat membuat orang berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.

Namun berbeda dengan persuasif dimana mempengaruhi sesorang atau banyak orang dilakukan dengan komunikasi yang dilakukan berdasarkan argumentasi dan alasanalasan yang masuk akal (Mulyana, 2005:115).

Komunikasi persuasif diartikan sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan. Pengertian lain diungkapkan oleh Rakhmat (1998: 102) yang menyatakan bahwa komunikasi persuasif adalah proses mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan perilaku orang dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi peruasi merupakan komunikasi yang dilakukan dalam rangka mempengaruhi sifat, tingkah laku, tindakan orang lain, dimana komunikasi yang dilakukan menggunakan lambanglambang untuk mempengaruhi pikiran penerima berdasarkan argumentasi dan alasanalasan yang masuk akal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Unsur-unsur Komunikasi Persuasif

Terdapat beberapa unsur di dalam komunikasi persuasif diantaranya:

1. Persuader

Persuader adalah seseorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan yang memiliki tujuan untuk mempengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Dalam komunikasi persuasif, eksistensi persuader dipertaruhkan. Oleh karena itu, persuader harus memiliki etos (nilai diri yang merupakan paduan aspek kognisi, afeksi, dan konasi) yang tinggi dan dicirikan dengan kesiapan, kesungguhan, ketulusan, kepercayaan, ketenangan, keramahan, dan kesederhanaan, sehingga mampu mempengaruhi pendapat serta perilaku orang lain.

2. Pesan

Pesan adalah apa yang diucapkan oleh komunikator atau persuader dengan menggunakan kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Di dalamnya terdapat argumentasi, pertimbangan-pertimbangan yang digunakan serta materi yang disajikan. Hal yang harus diperhatikan dalam pesan menurut Crider dalam Ritonga (2005: 6) adalah pesan tidak boleh bias, pesan harus memberikan motivasi untuk mengubah pikiran serta perilaku seseorang dan harus dirancang dengan tujuan dan sasaran.

3. Persuadee

Persuade adalah orang atau sekelompok orang yang menjadi tujuan penyampaian dan penyaluran pesan oleh persuader. Kepribadian yang berbeda-beda yang dimiliki oleh setiap persuadee mempengaruhi mereka dalam menerima dan memaknai isi pesan komunikasi yang disampaikan, termasuk faktor persepsi dan pengalaman yang juga berbeda-beda. Efek komunikasi persuasif adalah perubahan yang terjadi pada diri persuadee sebagai akibat dan diterimanya pesan melalui proses komunikasi, efek yang terjadi berbentuk perubahan sikap, pendapat, dan perilaku. (Suryanto, 2015: 357-358).

Faktor-faktor Komunikasi Persuasif

Faktor-faktor yang dapat menentukan keberhasilan pesan dalam komunikasi persuasif menurut Suryanto (2015: 358), yaitu:

  1. Sumber pesan / komunikator yang mempunyai kredibilitas tinggi.
  2. Pesan (masuk akal / tidak)
  3. Pengaruh lingkungan
  4. Pengertian dan kesinambungan suatu pesan (pesan tersebut diulang-ulang/tidak).

Kredibilitas Persuader dalam Komunikasi Persuasif

Untuk menjadi komunikator yang efektif harus memiliki kredibilitas yang tinggi. Menurut James Mc-Croskey dalam Rohim (2009: 74) kredibilitas seorang komunikator dapat bersumber dari:

  1. Kompetensi (competence) adalah penguasaan yang dimiliki oleh komunikator adalah pada masalah yang dibahasnya.
  2. Sikap (character), menunjukan pribadi komunikator apakah ia tegar atau toleran dalam sebuah prinsip.
  3. Kepribadian (personality), menunjukan apakah pembicara memiliki pribadi yang hangat dan bersahabat.
  4. Dinamika (dynamics), menunjukan apakah hal yang disampaikan itu menarik atau sebaliknya justru membuat komunikan bosan.

Dalam komunikasi persuasif, kredibilitas persuader sebagai orang yang menyampaikan pesan persuasif sangat diperlukan. Kredibilitas merupakan seperangkat persepsi komunikan terhadap komunikator. Maka dari itu, Soemirat, dkk (2008: 4) menyatakan bahwa karakteristik dari kredibilitas sangatlah kompleks, tidak hanya menyangkut pada aspek usia muda atau tua, jenis kelamin laki-laki atau perempuan, dan sosio-ekonomi saja seperti kedudukanya dimasyarakat atau seberapa besar kekayaan yang dimiliki, tetapi juga berkaitan dengan posisi, pengetahuan tentang topik atau pesan yang disampaikan, dan lain-lain. Jadi, kredibilitas merupakan persepsi komunikan/persuadee terhadap komunikator/ persuader yang berkaitan dengan tingginya keahlian, dapat dipercaya, kompeten, dinamis, dan kharismatik.

Hambatan Dalam Komunikasi

Hambatan merupakan hal-hal yang membuat proses dalam komunikasi yang sedang berlangsung menjadi tidak efektif. Menurut (Feriyanto dan Endang, 2015: 30) Ada 6 hal yang menghambat kelancaran dalam komunikasi, diantaranya:

  1. Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas untuk dirinya atau pengirim pesan, hal ini dapat dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional
  2. Hambatan dalam penyandian/symbol, penyebabnya adalah karena bahasa yang digunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang digunakan terlalu sulit.
  3. Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan dengan baik.
  4. Hambatan dalam bahasa sandi, hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh penerima.
  5. Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/ mendengarkan pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  6. Hambatan dalam memberikan umpan balik. Umpan balik yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

Teori Kredibilitas Sumber (Source of Credibility Theory)

Teori yang dikemukakan oleh Hovlan, Janis, dan Kelly dalam bukunya Communication and Persuasion (1953) berasumsi bahwa orang akan lebih mudah dipersuasi apabila komunikator atau orang yang menyampaikan pesan komunikasi adalah orang yang kredibel atau dengan kata lain sumber komunikasi yang memiliki kredibilitas tinggi akan lebih efektif mengubah opini seseorang dibandingkan dengan sumber komunikasi dengan tingkat kredibilitas rendah (Bobbitt, Randy dan Ruth Sullivan, 2008: 12-13)

Kredibilitas menurut Aristoteles bisa diperoleh apabila seorang komunikator memiliki ethos, pathos, dan logos. Ethos adalah kekuatan yang dimiliki oleh seorang pembicara dari karakter pribadinya, sehingga apa yang diucapkannya dapat dipercaya. Pathos adalah kekuatan yang dimiliki seorang pembicara dalam mengendalikan emosi pendengarnya, dan Logos adalah kekuatan yang dimiliki komunikator melalui argumentasinya (Rohim, 2009: 73).

Menurut (Rohim, 2009: 74) kredibillitas dapat dibedakan atas tiga macam diantaranya:

  • Initial Credibility, merupakan kredibilitas yang diperoleh oleh komunikator sebelum proses komunikasi berlangsung.
  • Derived Credibility, merupakan kredibilitas yang diperoleh seseorang pada saat komunikasi berlangsung.
  • Terminal Credibility, merupakan kredibilitas yang diperoleh seorang komunikator setelah pendengar atau pembaca mengikuti ulasannya. Seorang komunikator yang ingin memperoleh kredibilitas perlu memiliki pengetahuan yang dalam, pengalaman yang luas, serta adanya kekuasaan yang dipatuhi dan status sosial yang dihargai.

Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Teori Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Teori Komunikasi, Komunikasi Persuasif, Kredibilitas Sumber Menurut Para Ahli"

Berlangganan