Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Uses and Gratification (Middle Theory) Menurut Para Ahli

Teori Uses and Gratification (Middle Theory) Menurut Para Ahli - Arus informasi di era teknologi semakin kuat dan ramai. Para ahli jurnalistik mengatakan era saat ini seperti tsunami informasi. Masyarakat disodorkan informasi-informasi dari yang jelek-bagus, pendek-panjang, dan lainnya. Maka dari itu universitasjurnalistik.com akan membahas teori yang akan berkaitan dengan hal ini yaitu uses dan gratification. Silahkan disimak tulisan di bawah ini.

Uses & Gratification (Middle Theory)

Teori uses and gratifications menyatakan bahwa manusia secara aktif dapat memilih media yang lebih spesifik dan berisi untuk mendapatkan hasil (gratification) yang mereka inginkan. Model Uses & Gratifications menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku individu, namun bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial individu (Effendy, 1993:289).

Asumsi Dasar Middle Theory

Terdapat lima asumsi dasar yang menjadi inti dan gagasan pada teori Uses & Gratifications ini, yaitu (Rakhmat, 2005: 205):

  1. Individu dianggap aktif dan penggunaan media massa diasumsikan memiliki tujuan.
  2. Dalam proses komunikasi massa, inisiatif lebih banyak berkaitan dengan pemuasan kebutuhan pada anggota individu.
  3. Media massa berkompetisi dengan sumber-sumber lainnya untuk memuaskan kebutuhannya.
  4. Tujuan penggunaan media massa dapat disimpulkan dari data yang disediakan oleh anggota individu.
  5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dulu orientasi audiens.

Kebanyakan riset uses & gratifications memfokuskan pada motif sebagai variabel independen yang mempengaruhi penggunaan media. Dalam teori ini, Palmgreen juga menggunakan dasar yang sama yaitu orang menggunakan media karena didorong oleh motif-motif tertentu. Namun, ia mengembangkan konsep tersebut dengan menanyakan apakah motif-motif khalayak yang ada dapat dipenuhi oleh media (Kriyantono, 2010: 208). Dengan kata lain, Palmgreen mencoba mencari tahu apakah khalayak puas setelah menggunakan media. Konsep mengukur kepuasan ini disebut Gratification Sought & Gratification Obtained (Kriyantono, 2010: 210).

Teori Uses and Gratification (Middle Theory) Menurut Para Ahli
Uses and Gratification (Middle Theory)

Baca juga: Apa itu New Media dan Contoh dari New Media?

Gratification Sought & Gratifications Obtained (Applied Theory)

Gratification Sought (GS) adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan individu ketika mengonsumsi suatu jenis media massa tertentu (radio, televisi, atau koran). GS merupakan motif yang mendorong seseorang mengonsumsi media. GS timbul dari kepercayaan seseorang tentang apa yang disajikan oleh media dan penilaian orang tersebut terhadap isi dari media. Sedangkan Gratification Obtained (GO) adalah kepuasan nyata yang diperoleh seseorang setelah mengonsumsi suatu jenis media tertentu (Palmgreen dalam Kriyantono, 2010: 210-211). Gambaran dari model expectancy values theory adalah sebagai berikut (Sumber: Kriyantono, 2010: 212):

Teori Uses and Gratification
Model Expetancy Values

Berdasarkan gambar di atas, dapat dijelaskan rentetan penggunaan media oleh individu yang menimbulkan kepuasan. Pencarian kepuasan GS dilatarbelakangi adanya kepercayaan dan penilaian seseorang terhadap sebuah media massa berdasarkan pengalamannya. Individu mempunyai penilaian dan kepercayaan terhadap salah satu media massa yang dianggap dapat memenuhi kebutuhannya.

Adanya pencarian kepuasan (motif) yang didukung oleh penilaian dan kepercayaan terhadap sebuah media massa, mendorong seseorang mengonsumsi media. Setelah konsumsi media terjadi, akan terlihat kepuasan nyata yang diperoleh. Apakah dapat memenuhi motif awal dalam menggunakan media massa yang bersangkutan atau tidak. Berdasarkan teori ini, pengukuran kepuasan dalam sebuah penelitian harus dilakukan dengan menanyakan motif atau kepuasan yang dicari dan diinginkan seseorang (GS), kemudian menanyakan kembali apakah motif dan harapan tersebut bisa dipenuhi oleh media yang bersangkutan. Artinya, kita bisa mengetahui kepuasan nyata yang diperoleh seseorang (GO).

Seseorang dapat dikatakan puas setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan yang diinginkan. Dalam penjelasan expectancy values theory, konsep kepuasan merupakan efek dari penggunaan media atau pemenuhan dari motif yang ada setelah menggunakan media, yang disebut dengan gratification obtained (GO). Sedangkan motif seseorang dalam menggunakan media massa disebut dengan gratification sought (GS). Gratification sought adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan individu dalam menggunakan media tertentu (Kriyantono, 2010: 210).

Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Teori Uses and Gratification (Middle Theory) Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.
Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Teori Uses and Gratification (Middle Theory) Menurut Para Ahli"

Berlangganan