Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah Pembuatan Tim (Tupoksi) Menulis Laporan Mendalam (Depth Reporting)

Langkah Pembuatan Tim (Tupoksi) Menulis Laporan Mendalam (Depth Reporting) - Dalam melakukan investigas perlulah sebuah tim untuk memudahkan seorang penulis dalam bekerja. Dalam tulisan universitasjurnalistik.com ini akan dibahas hal terbaik apa saja yang bisa dilakukan dalam menentukan sebuah tim jurnalistik untuk membuat laporan mendalam. Bagaimana pola pembentukan tim dalam laporan mendalam lalu jelaskan fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota tim tersebut. Model pembentukan suatu tim pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada 1965. Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan tim yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah konsep ini dicetuskan. Teori ini memfokuskan pada cara suatu tim menghadapi suatu tugas mulai dari awal pembentukan tim hingga proyek selesai. Selanjutnya Tuckman menambahkan tahap kelima yaitu adjourning dan transforming untuk melengkapi teori ini.

Langkah Pembuatan Tim (Tupoksi) Menulis Laporan Mendalam (Depth Reporting)
Pembuatan Tim Laporan Mendalam (Depth Reporting)

Baca juga: Cara Melakukan Wawancara Mendalam (Depth Reporting)

Langkah Pembuatan Tim Menulis Laporan Mendalam

Berikut di bawah ini adalah penjelasan teori tersebut:

Tahap 1 – Forming

Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota tim cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan infomasi dan mendekatkan diri satu sama lain.

Tahap 2 – Storming

Pada tahap ini tim mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah apa yang harus mereka selesaikan, bagaimana fungsi mereka masing-masing dan model kepemimpinan seperti apa yang dapat mereka terima. Anggota tim saling terbuka dan mengkonfrontasikan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula beberapa tim yang mandek pada tahap ini. Tahap storming sangatlah penting untuk perkembangan suatu tim. Tahap ini bisa saja menyakitkan bagi anggota tim yang menghindari konflik. Anggota tim harus memiliki toleransi terhadap perbedaan yang ada.

Tahap 3 – Norming

Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota tim. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. tim mulai menemukan haromoni seiring dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota tim mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk tim.

Tahap 4 – Performing

Tim pada tahap ini dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota tim saling tergantung satu sama lainnya dan mereka saling respek dalam berkomunikasi. Supervisor dari kelompok ini bersifat partisipatif. Keputusan penting justru banyak diambil oleh tim.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming

Ini adalah tahap yang terakhir dimana proyek berakhir dan tim membubarkan diri. tim bisa saja kembali pada tahap manapun ketika mereka mengalami perubahan (transforming). Misalnya jika ada review mengenai goal ataupun ada perubahan anggota tim.

Hal Penting Membangun Tim Laporan Mendalam

Dalam membangun sebuah tim, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah di bawah ini:

  • Memahami dinamika kelompok dan prosesnya, serta apa implikasinya bagi pelaku dan praktek supervisor.
  • Menyadari arti penting untuk mempengaruhi dan menetapkan norma kelompok sehingga mereka mendukung bagi pencapaian hasil kerja yang baik.
  • Memahami pentingnya mendengarkan orang lain, bukan berpegang teguh pada posisi dan pendapatnya
  • Setiap pribadi dalam tim memiliki latar belakang, nilai-nilai dan harapan masing-masing.

Menciptakan Suasana Kerjasama Tim Dalam Laporan Mendalam

Suasana yang konstruktif bagi berlangsungnya sikap saling mendukung dan upaya kerjasama akan tercipta melalui hal berikut ini:

  1. Upaya mendorong anggota tim untuk memandang tim sebagai sumber gagasan, tehnik pelaksanaan, bantuan dan dukungan.
  2. Upaya mendorong tim untuk menyibukkan diri dengan berbagai usulan yang konstruktif.
  3. Mendorong anggota tim untuk berani mengambil inisiatif dan melakukan tindakan.
  4. Menjamin bahwa semua pertemuan dan diskusi formal yang dilakukan tim berlangsung efisien.
  5. Mendorong semua anggota untuk menuntaskan segala persoalan dan ketidaksepakatan secara terbuka dan konstruktif, bukannya menekan atau menghambatnya.
Sekian artikel Universitas Jurnalistik tentang Langkah Pembuatan Tim (Tupoksi) Menulis Laporan Mendalam (Depth Reporting). Semoga bermanfaat.

Universitas Jurnalistik
Universitas Jurnalistik Media belajar ilmu jurnalistik terlengkap yang berisi kumpulan artikel dan tips jurnalistik terbaru.

Posting Komentar untuk "Langkah Pembuatan Tim (Tupoksi) Menulis Laporan Mendalam (Depth Reporting)"

Berlangganan